Home > Komunikasi, Teknologi Pendidikan > TELEVISI PENDIDIKAN (BAGIAN 1)

TELEVISI PENDIDIKAN (BAGIAN 1)

TELEVISI, KARAKTERISTIK DAN PENGARUHNYA

Muhamad Ridwan Sutisna, dkk

Televisi (TV) merupakan media yang sangat ampuh (a powerful medium) menyebarluaskan informasi kepada masyarakat luas secara serempak.   televisi telah memungkinkan masyarakat luas dapat dengan cepat dan mudah mengetahui berbagai perkembangan mutakhir yang terjadi di berbagai penjuru dunia.  televisi juga mempunyai daya jangkau yang luas dan mampu meniadakan batasan wilayah geografis, sistem politik, sosial, dan budaya masyarakat pemirsa, di samping memiliki potensi sebagai penetratik untuk mempengaruhi sikap, pandangan, gaya hidup, orientasi, dan motivasi masyarakat. Pada umumnya,  televisi menyajikan program yang bersifat informatif, edukatif, dan hiburan. Memperhatikan alokasi waktu siaran TV untuk program pendidikan/pembelajaran yang masih relatif kecil dan mengingat potensi  televisi yang mampu menjangkau masyarakat luas, serta masih banyaknya anggota masyarakat yang belum mampu mendapatkan layanan pendidikan yang bermutu dan memadai, maka diperlukan adanya kebijakan pemerintah yang mewajibkan stasiun Televisi (nasional dan lokal) menayangkan program pendidikan / pembelajaran secara memadai. Pemerintah juga diharapkan terus berupaya meningkatkan kemampuan lembaga pendidikan yang bergerak di bidang perancangan dan pengembangan program siaran televisi pendidikan/pembelajaran.

Setiap media termasuk televisi mempunyai karakteristiknya masing-masing, baik yang berkaitan dengan potensi atau keunggulannya maupun kelemahan atau keterbatasannya.  televisi telah banyak digunakan untuk kepentingan pendidikan/pembelajaran di berbagai negara. Dalam kaitannya dengan pemanfaatan  televisi untuk pendidikan, beberapa institusi di berbagai negara memanfaatkan  televisi secara terbatas/tertutup (close circuit television atau disebut juga narrowcast). Beberapa institusi lainnya justru sebaliknya, yaitu memilih menyelenggarakan siaran televsisi untuk pendidikan secara terbuka (open broadcast atau umumnya disebut broadcast).

Siaran TV yang dimulai pada tahun 1962 di Indonesia berfungsi untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan menyajikan program siaran yang sifatnya informatif, edukatif, dan menghibur. Dengan merujuk pada data statistik dari Biro Statistik tahun 1992, di Indonesia terdapat sekitar 9.175.400 pesawat TV (termasuk TV umum sebanyak 54.400 buah). Dari pengamatan sehari-hari tampaklah bahwa fungsi TV yang sangat dominan masih pada aspek hiburan. Masyarakat memang menikmati berbagai pertunjukan yang ditayangkan oleh TV. Bahkan TV juga sering dipandang sebagai babysitter untuk anak-anak karena dapat membuat anak-anak betah nongkrong berjam-jam di depan TV. Fungsi TV sebagai hiburan tampaknya dirasakan oleh semua lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak sampai dengan orang dewasa. Masyarakat seringkali tidak merasa telah menghabiskan waktu yang banyak duduk menonton TV.

Selain berfungsi sebagai hiburan,  televisi juga berfungsi sebagai sumber informasi. Masyarakat luas mendapatkan berbagai informasi mengenai per-kembangan mutakhir yang terjadi di berbagai negara dengan mudah dan cepat. Seiring dengan fungsi TV sebagai hiburan, media TV digunakan sebagai fungsi untuk menyebarluaskan informasi. Program siaran yang bersifat informasi mencakup berita, perkembangan kegiatan politik, data dan kegiatan ekonomi, pesan-pesan ilmiah, perkembangan sosial dan budaya.

KARAKTERISTIK TELEVISI

Berbicara tentang karakteristik sesuatu media tidaklah terlepas dari aspek potensi atau keunggulan media yang bersangkutan di satu sisi, dan sekaligus juga aspek kelemahan atau keterbatasan media tersebut di sisi lainnya. Beberapa potensi atau keunggulan media TV dapat dilihat dari ciri spesifiknya, yaitu antara lain:

  1.  televisi bersifat terbuka. Artinya,  televisi mempunyai daya jangkau yang  sangat luas dan mampu meniadakan batasan wilayah geografis.
  2.  televisi memiliki potensi penetratik untuk mempengaruhi sikap, pandangan, gaya hidup, orientasi, dan motivasi masyarakat.
  3.  televisi dapat berhubungan langsung dengan pemirsa tanpa harus dibatasi oleh sistem politik, sosial, budaya, dan masyarakat yang menjadi khalayak sasarannya.

Selain yang dikemukakan di atas, potensi lain yang menjadi karakteristik TV adalah kemampuannya untuk menayangkan berbagai obyek yang abstrak atau yang tidak dapat dilihat oleh mata, obyek yang berbahaya atau yang tidak dapat dijumpai di lingkungan tempat tinggal, obyek atau peristiwa yang telah terjadi dalam waktu yang lampau, proses pertumbuhan atau perkembangan dari berbagai obyek, baik yang berlangsung dalam masa yang relatif lama maupun yang tidak dapat diamati secara kasat mata, obyek dalam gerakan atau proses yang lambat sehingga dimungkinkan untuk mencermati masing-masing tahapan proses atau gerakan, dan obyek yang ditayangkan TV dapat dimanfaat-kan masyarakat pada saat yang bersamaan secara serempak dan meluas.

Di samping potensi atau keunggulan yang dimiliki oleh media televisi, beberapa keterbatasan atau kelemahan media televisi disajikan berikut ini:

  1. Program pembelajaran yang berkualitas yang ditayangkan melalui siaran TV membutuhkan biaya yang besar untuk mempersiapkannya di samping menyita waktu yang relatif panjang.
  2. Penayangan program  televisi berlangsung relatif cepat, searah, dan tidak dapat diulang ulang menurut selera atau kehendak pemirsa.
  3.  televisi tidak memberikan peluang kepada pemirsa untuk memberikan umpan balik yang bersifat segera (immediate feedbacks).
  4. Perbedaan waktu yang berlaku di Indonesia mengakibatkan berbagai program siaran yang ditayangkan tidak dapat dinikmati masyarakat di wilayah tertentu karena terlalu larut malam.
  5. Kecepatan penyajian program siaran TV sama untuk semua orang.

DAMPAK/PENGARUH SIARAN TELEVISI

Berdasarkan berbagai studi yang telah dilaksanakan di berbagai negara, dampak/pengaruh positif TV yang signifikan di kalangan anak-anak adalah bahwa program siaran televisi dapat:meningkatkan pengetahuan (umum) anak-anak, menumbuhkan keinginan atau motivasi untuk memperoleh informasi dan pengetahuan lebih lanjut,meningkatkan perbendaharaan kosa-kata, istilah/jargon, dan kemampuan berbahasa secara verbal dan non-verbal, meningkatkan daya imajinasi dan kreativitas anak, meningkatkan kekritisan daya pikir anak-anak karena diperhadapkan pada dua realitas gambar dunia, dan memicu minat baca dan motivasi belajar anak-anak .

Berkaitan dengan dampak  televisi, beberapa ahli mengemukakan bahwa televisi dapat membuat anak-anak menjadi takut dan kemudian mempengaruhi diri mereka untuk “menarik atau melarikan diri” dari kegiatan belajarnya. Selain itu,  televisi juga dikemukakan dapat menimbulkan tingkah laku yang keras/kasar apabila mereka terlalu sering menonton program tayangan TV yang memperlihatkan prilaku kekerasan, kasar, atau sadis.

Selain itu ada juga pendapat yang menyatakan bahwa kekurangan televisi secara umum diantaranya adalah:

  1. televisi  cenderung focus pada hiburan dan kebudayaan popular
  2. televisi tidak dapat mengajarkan keterampilan2 yang berguna yang merupakan peralatan dasar bagi sosok terdidik seperti menulis, membaca, analisis, dan problem solving
  3. televisi menampilkan konten yang sangat luas dan kebanyakan memiliki unsure pendidikan, namun penonton cenderung lebih memperhatikan aspek hiburannya.

Pada posisi ini televisi khususnya dan media secara umum tidak dapat disalahkan, mereka adalah bisnis yang tergantung pada respon pasar. Dan pasar terbesar media adalah untuk hiburan bukan pendalaman informasi (in-depth information).

pada tulisan selanjutnya (BAGIAN 2) akan dibahas mengenai TELEVISI PENDIDIKAN, KARAKTERISTIK DAN SEJARAH PERKEMBANGANNYA DI INDONESIA

#belajarmenulis.menulisapayangpengenditulis

#sangat.menerima.kritik.&.saran

DAFTAR BACAAN

Miarso, Yusufhadi.(2004). Menyemai Benih Teknologi Pendidikan, Jakarta: Kencana.

Plomp, Tjeerd. Ely, Donald. (1996). Educational Technology – Encyclopedia (2nd Edition), Cambridge: Cambridge University Press.

Potter, W. James. (2005). Media Literacy: Third Edition, California: Sage Publications, Inc.

Riyana, Cepi. (2007). Pedoman Pengembangan Media Video. Bandung: Program P3AI

Siahaan, Sudirman. (2006). Televisi Pendidikan di Era Global, Jakarta:Pustekkom Depdiknas

Susilana, Rudi. (2003). Media Pembelajaran, Bandung: Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan FIP UPI.

Warsihna, Joko dkk (2007). Pedoman Pemanfaatan Siaran Televisi Edukasi. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan.

sumber bacaan lainnya

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: